Selamat Datang

Selamat Datang Blog

Jumat, 26 Desember 2014

Konsep Parenting

Konsep Parenting atau Pengasuhan erat kaitannya dengan kemampuan suatu keluarga/ rumah tangga dan komunitas dalam hal memberikan perhatian, waktu dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan social anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan serta bagi anggota keluarga lainnya (ICN 1992 dalam Engel et al. 1997). Hoghughi (2004) menyebutkan bahwa pengasuhan mencakup beragam aktivitas yang bertujuan agar anak dapat berkembang secara optimal dan dapat bertahan hidup dengan baik. Prinsip pengasuhan menurut Hoghughi tidak menekankan pada siapa (pelaku) namun lebih menekankan pada aktifitas dari perkembangan dan pendidikan anak. Oleh karenanya pengasuhan meliputi pengasuhan fisik, pengasuhan emosi dan pengasuhan sosial. Terdapat satu ayat dalam Al Qur’an yang dapat kita jadikan landasan untuk merenungkan dan memikirkan bagaimana seharusnya kita mendidik anak. Ayat tersebut adalah sebagai berikut: “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ar-Rum: 30) Ayat tersebut menyebutkan bahwa manusia diciptakan menurut fitrahnya dan diperintahkan agar tetap menjaga fitrahnya tersebut. Ayat ini kemudian dijelaskan lebih lanjut dalam Hadist Rasulullah SAW yang berbunyi sebagai berikut: “Setiap anak dilahirkan menurut fitrahnya, maka hanya kedua orangtuanya lah yang akan menjadikannya seorang Yahudi, seorang Nasrani, atau seorang Majusi” (Hadist riwayat Bukhari, Juz 1, hlm 1292) Hadist Rasulullah SAW tersebut menjelaskan peran orangtua yang bernada peringatan, yaitu bahwa perlakuan orangtua terhadap anaknya atau pendidikan yang diberikan orangtua terhadap anaknya memiliki risiko yang dapat menyesatkan sang anak dari fitrahnya. Kita sebagai orangtua diperingatkan agar jangan sampai mendidik anak sehingga justru membuat sang anak melenceng dari fitrahnya. Pendidikan yang benar adalah yang sesuai dengan fitrah sang anak, yang menjaga fitrah anak sehingga tetap lurus seperti ketika mereka dilahirkan. Pertanyaan berikutnya adalah apakah fitrah anak tersebut? Ibnu Sina menjelaskan bahwa hakekat dari fitrah seorang manusia sebagai makhluk Allah adalah tunduk pada Allah atau Muslim. Hal ini berbeda dengan konsep “Tabula Rasa” yang sering dipahami kebanyakan orang, yang mengatakan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan “netral” atau “kosong”. Karena fitrah manusia adalah Muslim, maka perjalanan hidup manusia di dunia ini adalah dalam rangka “kembali” pada Allah. Allah adalah Al Haq atau Kebenaran, sehingga manusia selalu merindukan kebenaran. Ilmu pengetahuan adalah usaha manusia untuk mendapatkan kebenaran tersebut. Menurut Ibnu Sina, kebahagiaan sejati yang dialami manusia terjadi ketika dia “bertemu” dengan kebenaran. Dalam bahasa psikologi hal ini disebut sebagai “AHA experience”, yaitu ketika seseorang mendapatkan pencerahan atau ide atau ilham yang memberikan jawaban atau solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Pendidikan yang baik adalah yang dapat memberikan pengalaman-pengalaman tersebut secara bertahap dan berkelanjutan. Dalam pola pembelajaran yang diterapkan, para ahli pendidikan selalu memperhatikan dalam pengasuhan anak bahwa: 1.Setiap anak adalah unik. Setiap anak adalah pelajar yang kompeten dari lahir, yang mempunyai kemampuan, mandiri dan percaya diri 2.Hubungan positif. Anak belajar menjadi kuat dan mandiri berdasarkan hubungan yang penuh kasih sayang dan aman dengan orang tua dan atau orang yang bertanggung-jawab terhadap anak 3.Lingkungan yang memungkinkan. Lingkungan permainan adalah kunci dalam membantu dan memperluas pengembangan dan pembelajaran anak 4.Pembelajaran dan perkembangan. Perkembangan dan pembelajaran anak dalam berbagai macam cara dan level yang berbeda dalam semua area pembelajaran dan perkembangan adalah sama pentingnya dan saling berhubungan. Hadirin Yang berbahagia, Pada tahun pelajaran 2012/2013 tahun ini, Insya Allah Dharma Wanita Persatuan IAIN Antasari akan membuka Pendidikan Anak Usia Dini atau Play Group, oleh karenanya saya berharap dengan